International Women’s Day yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret menyisakan banyak cerita menarik tentang wanita inspirasional dari berbagai belahan dunia. Tak hanya cantik, para wanita inspirasional ini juga memiliki hati yang mulia serta idelisme dan komitmen tinggi pada hal yang mereka perjuangkan, mulai dari gender equality, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kepedulian terhadap suatu penyakit hingga kepedulian terhadap hewan. Bagaimana cara Anda sendiri merayakannya? Berikut ini adalah  5 wanita inspirasional yang memiliki Strength in Beauty serta berkontribusi terhadap global women empowerment yang bisa Anda jadikan role model.

Stella McCartney dan Idealismenya
Stella McCartney merupakan salah satu sosok fashion designer yang berpengaruh bagi perempuan masa kini karena ia termasuk pionir sustainability dan gender equality dalam bidang fashion. Tidak banyak fashion designer yang memiliki visi untuk merancang pakaian dan aksesoris yang eco-friendly, namun Stella McCartney sudah melakukan hal ini sejak awal merintis bisnisnya di tahun 2001. Peraih pertama penghargaan Special Recognition Award for Innovation The British Fashion Council tahun 2017 ini dikenal sebagai desainer yang aktif memperjuangkan fashion yang ethical serta sustainable. Ia memiliki manifesto bahwa fashion yang elegan tidak perlu menggunakan leather ataupun fur yang identik dengan animal cruelty. Label Stella McCartney yang juga peraih pertama sertifikasi Gender Equality EDGE Assess di bidang Fashion ini merayakan International Women’s Day 2018 dengan merilis limited –edition t-shirt “Thanks Girls” dalam rangka mendukung kampanye #PressForProgress. Tak hanya memiliki idealisme dalam bisnis, wanita aktif ini juga sangat peduli terhadap kesehatan wajahnya, sehingga di usianya yang ke-46, ia tetap saja memiliki kulit awet muda.

Lady Diana dan Keanggunannya
Lady Di berhasil memikat perhatian publik tak hanya berkat kecantikannya yang elegan dan klasik. Ia dikenal sebagai wanita yang confident dan berani membongkar persepsi orang tentang batasan-batasan bagaimana seorang aristokrat harus berperilaku. Sebagai Princess of Wales, Lady Di tidak segan-segan bergaul dengan rakyat jelata dan melakukan charity work di negara-negara dunia ketiga. Berbagai fotonya saat memeluk anak-anak yang positif HIV, bahkan bisa menggebrak stigma seputar penyakit HIV-AIDS di masa itu, karena menjadi bukti bahwa HIV AIDS ternyata tak menular melalui sentuhan saja. Semasa hidup wanita yang dianggap sebagai Queen of People karena kepeduliannya terhadap orang banyak ini, aktif dalam ratusan charity institution, dan setelah ia meninggal, sebuah yayasan bernama Diana Award didirikan untuk mendukung para wanita muda inspirasional yang bisa mleanjutkan perjuangan Diana dalam bidang kemanusiaan.

Bunda Teresa dan Kepeduliannya
Dunia mengenang Bunda Teresa sebagai sosok perempuan yang sangat inspirasional sebagai teladan tentang kebaikan hati dan cinta kasih. Kisahnya yang paling populer adalah saat biarawati asal Albania ini melayani dan merawat anak yatim piatu, serta mereka yang sakit dan terbelit kemiskinan di pemukiman kumuh Kalkuta, India. Penerima Nobel Perdamaian di tahun 1979 ini membentuk organisasi susteran Missionaries of Charity pada tahun 1965 yang hingga kini terus berkembang di 120 negara dan mendirikan lebih dari 600 sekolah dan rumah singgah bagi siapapun yang membutuhkan tanpa melihat suku dan agamanya. Kepeduliannya ini membuat nama Bunda Teresa masih terus dikenang hingga saat ini.

Indira Gandhi dan Keberaniannya
Walaupun namanya kalah pamor dengan nama tokoh India lainnya yaitu Mahatma Gandhi, pengaruh seorang Indira Gandhi bagi India masih terasa hingga sekarang. Ia berani ‘melawan’ Nixon yang notabene merupakan presiden negara adidaya, serta berhasil memimpin India mengatasi serangan militer Pakistan. Akhirnya Indira Gandhi pun mampu menjaga kedaulatan negaranya walaupun harus mengakui kemerdekaan sebagian wilayah Pakistan menjadi negara Bangladesh. It really shows how women can be so brave!

Margaret Thatcher dan Ketegasannya
Perempuan pertama yang berhasil menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris ini adalah salah satu sosok perempuan paling legendaris di tahun 1970an. Dikenal sebagai “Iron Lady”, ia berhasil membuat berbagai kebijakan revolusioner yang mengubah status negara Inggris menjadi  lebih progresif dan maju. Walau kebijakannya banyak ditentang oleh pihak yang tidak suka perubahan, namun ia tetap teguh pada pendiriannya. Ia pun tetap kuat bertahan di tengah-tengah suasana perpolitikan dunia yang didominasi oleh kaum pria.

ULTIMAII | Your collagen expert from New York